{"id":24646,"date":"2025-12-17T01:28:18","date_gmt":"2025-12-16T18:28:18","guid":{"rendered":"https:\/\/solped.net\/paroki\/?p=24646"},"modified":"2025-12-17T01:28:24","modified_gmt":"2025-12-16T18:28:24","slug":"katekese-minggu-paskah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solped.net\/paroki\/katekese-minggu-paskah\/","title":{"rendered":"Katekese Minggu Paskah"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"24646\" class=\"elementor elementor-24646\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-34e94111 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default sc_fly_static\" data-id=\"34e94111\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-extended\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6340577a sc_content_align_inherit sc_layouts_column_icons_position_left sc_fly_static\" data-id=\"6340577a\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-9c11565 sc_fly_static elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"9c11565\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<style>\n.paroki-1 {\n  font-family: Poppins, Arial, sans-serif;\n  line-height: 1.65;\n  color: #222;\n}\n.paroki-1 h2 {\n  font-family: Recoleta, Georgia, \"Times New Roman\", serif;\n  font-size: 1.6em;\n  margin-top: 1.8em;\n  margin-bottom: 0.6em;\n}\n.paroki-1 p {\n  margin: 0 0 0.8em 0;\n}\n.paroki-1 ul {\n  margin-left: 1.2em;\n}\n.paroki-1 li {\n  margin-bottom: 0.5em;\n}\n.paroki-1 .sumber {\n  font-size: 0.9em;\n  color: #444;\n}\n<\/style>\n\n<div class=\"paroki-1\">\n\n<h2>Apa itu Minggu Paskah?<\/h2>\n<p>\nMinggu Paskah adalah perayaan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari kematian, setelah mengalahkan maut dan dosa. Peringatan hari ketiga setelah Tuhan Yesus wafat di kayu salib ini dirayakan sejak hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama atau sesudah titik (ekuinoks) bulan semi.\n<\/p>\n\n<h2>Mengapa waktu Perayaan Paskah berubah-ubah?<\/h2>\n<p>\nUmat Kristen di Barat, khususnya Gereja Katolik Roma merayakan Paskah setelah bulan purnama pertama, setelah ekuinoks musim semi.\n<\/p>\n<p>\nEkuinoks adalah fenomena alam saat matahari berada tepat di atas Khatulistiwa, dan menjadi penanda pergantian musim. Ekuinoks tahun ini terjadi pada hari Kamis, 25 Maret 2025, sehingga hari Minggu setelah bulan purnama pertama sesudah ekuinoks itu pada Minggu, 20 April 2025 yang dirayakan sebagai Minggu Paskah.\n<\/p>\n<p>\nTanggal ekuinoks bergeser setiap tahunnya karena gerakan bumi mengitari matahari dan gerakan bulan mengitari bumi. Peristiwa alam ini dihubungkan dengan simbolisme kelahiran kembali dan kebangkitan.\n<\/p>\n\n<h2>Adakah sebutan lain untuk Paskah?<\/h2>\n<p>\nDalam Bahasa Latin, sebutan untuk Paskah diturunkan dari salah satu dari dua sumber: Paskha atau Pesakh, dan Estre\/Eostre atau Easter.\n<\/p>\n<p>\nKata Paskah dalam Bahasa Inggris yang adalah Easter itu berasal dari Eostre atau Eostrae, yang tak lain adalah dewi musim semi dan kesuburan bangsa Anglo-Saxon. Kini, ada konsensus bahwa frasa Latin itu dipahami sebagai bentuk jamak dari <em>alba<\/em> (\u201cfajar\u201d) dan menjadi <em>eastarum<\/em> dalam Bahasa Jerman Kuno.\n<\/p>\n<p>\nBudaya Slavia memakai istilah yang berarti \u201cHari Agung\u201d. Sedangkan, di dalam Perjanjian Lama hingga saat ini, Bangsa Israel atau Yahudi memakai istilah Passover atau Pesakh, yang kini menjadi Pascha.\n<\/p>\n\n<h2>Apakah Paskah menurut bangsa Yahudi atau Perjanjian Lama (PL)?<\/h2>\n<p>\nPaskah menurut Perjanjian Lama atau tradisi bangsa Yahudi\/Israel adalah perayaan pembebasan mereka dari tanah Mesir. Pada saat itu mereka mengadakan upacara \u201croti tidak beragi\u201d dan persembahan bagi anak-anak sulung dengan upacara \u201ckorban domba paskah\u201d, yang merupakan perintah Tuhan agar dikenang oleh Musa serta bangsa Israel (Keluaran 12:14, 17, 21).\n<\/p>\n<p>\nPerayaan Paskah Perjanjian Lama menjadi bayangan dari apa yang akan datang. Wujud serta kedalamannya ada dalam diri Yesus Kristus.\n<\/p>\n\n<h2>Apakah Paskah menurut Perjanjian Baru (PB)?<\/h2>\n<p>\nPaskah dalam PL dan PB berjalan beriringan. Paskah dalam PB lebih ditujukan untuk menampilkan cinta kasih, anugerah, dan kuasa yang Tuhan Allah berikan kepada kita, umat Kristiani.\n<\/p>\n<p>\nUntuk mencegah umat-Nya dari bahaya kutukan dan maut, Tuhan Yesus membebaskan orang beriman dari perbudakan dosa dan memberikan kepastian tentang keabadian di akhir zaman.\n<\/p>\n<p>\nPeristiwa penyaliban, kematian, dan kebangkitan Kristus punya makna keluaran yang sama dengan Paskah Yahudi. Upacara Perjamuan Makan Roti Tak Beragi (Jumat malam) menjadi Upacara Perjamuan Malam yang Tuhan Yesus lakukan bersama murid-Nya.\n<\/p>\n<p>\nUpacara Perjamuan Malam yang menyiapkan penebusan Tuhan Yesus, di mana Ia menjadi \u201cDomba Paskah\u201d yang disalibkan.\n<\/p>\n<p>\nPerayaan Sabat yang ditaati oleh umat Yahudi begitu ketat mengalami pergeseran menjadi Hari Tuhan dalam umat Kristiani (terutama Yahudi Kristen), yaitu kenangan akan kebangkitan.\n<\/p>\n\n<h2>Apakah Yesus itu bangkit atau dibangkitkan?<\/h2>\n<p>\nKebangkitan Yesus Kristus itu perkara iman, yang berarti ada campur tangan Ilahi dalam tataran ciptaan dan sejarah manusia.\n<\/p>\n<p>\nUngkapan \u201cAllah membangkitkan\u201d atau \u201cKristus dibangkitkan\u201d mau menekankan kekuasaan Allah Bapa (Roma 1:3\u20134).\n<\/p>\n<p>\nUngkapan \u201cKristus bangkit\u201d mau menekankan peran Allah Putra. Berkat kuasa Ilahi-Nya sendiri, Allah Putra sendiri bisa melaksanakan kebangkitan-Nya (Yohanes 10:17\u201318; Filipi 3:10; 1 Tesalonika 4:14).\n<\/p>\n\n<h2>Apa sajakah makna Paskah?<\/h2>\n<ul>\n  <li>Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan Allah yang berkuasa atas maut.<\/li>\n  <li>Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa janji-Nya tidak pernah gagal atau diingkari.<\/li>\n  <li>Paskah menunjukkan adanya pengharapan bagi orang beriman.<\/li>\n  <li>Keluar dari kegelapan menuju terang dan mengikuti Yesus Kristus sebagai Juruselamat.<\/li>\n  <li>Bangkit dari kehidupan lama dan memulai kehidupan baru.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2>Apa makna dan pesan Ekuinoks yang berhubungan dengan Paskah?<\/h2>\n<ul>\n  <li>Dikalahkan dan terlahir kembali: perbarui diri dengan meninggalkan stagnasi masa lalu.<\/li>\n  <li>Temukan cahaya batinmu dan jangan takut menyebarkannya.<\/li>\n  <li>Lepaskan yang lama untuk menemukan yang baru.<\/li>\n  <li>Bawa energi positif ke dunia sebagai tanda harapan dan kebangkitan.<\/li>\n<\/ul>\n\n<p class=\"sumber\"><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p class=\"sumber\">\n1. Haleluya Grup, Situs Paskah Indonesia, \u201cPaskah dan Sejarahnya\u201d, 4 Maret 2016.<br>\n2. Nandy, Gramedia.com, \u201cPengertian Paskah: Rangkaian Peringatan, Sejarah, dan Hal-hal yang Identik\u201d.<br>\n3. Virdita Ratriani, KiatOn, \u201cApa Itu Paskah?\u201d, 29 Maret 2024.<br>\n4. Nukteler, \u201cKapan Ekuinoks Maret 2025?\u201d, 19 Maret 2025.<br>\n5. Dr. Petrus Maria Handoko CM, <em>Dari Pra Sampai Paskah<\/em>, Dioma, 2014.<br>\n6. Wikipedia Indonesia, \u201cPaskah\u201d.\n<\/p>\n\n<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu Minggu Paskah? Minggu Paskah adalah perayaan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari kematian, setelah mengalahkan maut dan dosa. Peringatan hari ketiga setelah Tuhan Yesus wafat di kayu salib ini&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[236],"tags":[],"class_list":["post-24646","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-katakese-singkat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24646","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24646"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24646\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24650,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24646\/revisions\/24650"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24646"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24646"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24646"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}