{"id":24686,"date":"2025-12-17T02:03:52","date_gmt":"2025-12-16T19:03:52","guid":{"rendered":"https:\/\/solped.net\/paroki\/?p=24686"},"modified":"2025-12-17T02:04:18","modified_gmt":"2025-12-16T19:04:18","slug":"one-fact-e-friday-pentakosta-tritunggal-mahakudus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solped.net\/paroki\/one-fact-e-friday-pentakosta-tritunggal-mahakudus\/","title":{"rendered":"One Fact E-Friday: Pentakosta &amp; Tritunggal Mahakudus"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"24686\" class=\"elementor elementor-24686\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-6d2a749f elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default sc_fly_static\" data-id=\"6d2a749f\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-extended\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-171330c7 sc_content_align_inherit sc_layouts_column_icons_position_left sc_fly_static\" data-id=\"171330c7\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-5a75e782 sc_fly_static elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"5a75e782\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<style>\n.paroki-1 {\n  font-family: Poppins, Arial, sans-serif;\n  line-height: 1.65;\n  color: #222;\n}\n.paroki-1 h2 {\n  font-family: Recoleta, Georgia, \"Times New Roman\", serif;\n  font-size: 1.6em;\n  margin-top: 1.8em;\n  margin-bottom: 0.6em;\n}\n.paroki-1 p {\n  margin: 0 0 0.8em 0;\n}\n.paroki-1 ul {\n  margin-left: 1.2em;\n}\n.paroki-1 li {\n  margin-bottom: 0.5em;\n}\n.paroki-1 .sumber {\n  font-size: 0.9em;\n  color: #444;\n}\n.paroki-1 .caption {\n  font-size: 0.95em;\n  color: #333;\n  margin-top: 1.6em;\n}\n<\/style>\n\n<div class=\"paroki-1\">\n\n<h2>Fakta-fakta Tentang Pentakosta dan Tritunggal Mahakudus<\/h2>\n\n<h2>Pentakosta dan Nama Lainnya<\/h2>\n<p>\nPentakosta merupakan hari raya penting umat Kristiani untuk memperingati peristiwa turunnya atau pencurahan Roh Kudus kepada para murid Tuhan Yesus yang sedang berkumpul di Yerusalem.\n<\/p>\n<p>\nPeristiwa ini sekaligus menandai awal terbentuknya Gereja sebagai sebuah komunitas yang bersatu dan melanjutkan misi keselamatan jiwa-jiwa dari Tuhan Yesus bagi dunia.\n<\/p>\n<p>\nPentakosta berasal dari kata Yunani <em>Pent\u0113kost\u0113<\/em> yang berarti \u201chari ke-50\u201d. Hari raya ini juga dikenal dengan nama Minggu Putih, sehingga di beberapa negara Eropa disebut sebagai <em>Whitsuntide<\/em>.\n<\/p>\n\n<h2>Asal Usul Pentakosta dalam Tradisi Yahudi (Perjanjian Lama)<\/h2>\n<p>\nDalam tradisi Yahudi, Pentakosta berakar pada hari raya ucapan syukur bangsa Israel atas hasil panen gandum, yang kemudian dikaitkan dengan peringatan pemberian Hukum Taurat Musa dari Tuhan di Gunung Sinai. Hari raya besar ini dikenal dengan nama Shavuot.\n<\/p>\n<p>\nAlkitab Perjanjian Lama mencatat hari raya ini sebagai:\n<\/p>\n<ul>\n  <li>\u201cHari raya panen buah sulung\u201d (Keluaran 23:16).<\/li>\n  <li>\u201cHari raya Tujuh Minggu\u201d (Keluaran 34:22; Ulangan 16:10; II Tawarikh 8:13).<\/li>\n  <li>\u201cHari buah sulung\u201d (Bilangan 28:26).<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2>Hari Raya Tritunggal Mahakudus dan Nama Lainnya<\/h2>\n<p>\nHari Raya Tritunggal Mahakudus yang dirayakan pada hari Minggu, juga dikenal sebagai Minggu Trinitas. Pada hari ini Gereja merenungkan dan merayakan misteri Allah Tritunggal: satu kodrat dalam tiga pribadi, yaitu Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.\n<\/p>\n<p>\nHari Raya Trinitas dirayakan:\n<\/p>\n<ul>\n  <li>Pada Minggu pertama setelah Pentakosta dalam kalender Gereja Ritus Barat.<\/li>\n  <li>Pada Minggu Pentakosta dalam kalender Gereja Ritus Timur.<\/li>\n<\/ul>\n\n<h2>Awal Perayaan Pentakosta dan Tritunggal Mahakudus<\/h2>\n<p>\nTerdapat dua versi mengenai awal perayaan Pentakosta:\n<\/p>\n<ul>\n  <li>Pada abad ke-2 menurut <em>Epistola Apostolorum<\/em>, sebuah karya Gereja Timur.<\/li>\n  <li>Pada abad ke-3 menurut Origen dan Tertullian.<\/li>\n<\/ul>\n<p>\nSementara itu, perayaan Hari Raya Tritunggal Mahakudus pertama kali berkembang di gereja-gereja Eropa pada abad ke-10. Perayaan ini kemudian diresmikan oleh Paus Yohanes XXII dengan memasukkannya ke dalam kalender liturgi Gereja Barat pada tahun 1334.\n<\/p>\n\n<h2>Makna Pentakosta dan Tritunggal Mahakudus<\/h2>\n<p>\nMakna Hari Raya Pentakosta bagi umat Kristiani adalah bahwa melalui pembaptisan Roh Kudus, para rasul\u2014dan juga kita\u2014semakin memahami misteri Injil secara mendalam serta memiliki kemampuan untuk mewartakannya kepada segala bangsa.\n<\/p>\n<p>\nMenurut John Gill, pastor dan teolog asal Inggris, Pentakosta memberi kekuatan rohani agar Injil dapat diwartakan ke seluruh dunia.\n<\/p>\n<p>\nMakna Tritunggal Mahakudus secara teologis dan dalam kehidupan sehari-hari dapat dipahami sebagai berikut:\n<\/p>\n<ul>\n  <li>\n    Allah Bapa sebagai Sang Pencipta dan Pemrakarsa Penebusan (Mzm 33:6, 9; Mat 6:26; Yoh 1:18; Rm 1:7), diibaratkan sebagai matahari sumber kehidupan.\n  <\/li>\n  <li>\n    Allah Putra sebagai Sang Penebus Ciptaan (Mat 25:31; Mrk 2:8\u201310; Mat 28:18\u201320), diibaratkan sebagai cahaya yang memantulkan terang matahari.\n  <\/li>\n  <li>\n    Allah Roh Kudus sebagai Sang Pengudus dan Pembaru (Yoh 16:8\u201311; 1 Kor 6:19\u201320), diibaratkan sebagai panas dari cahaya matahari yang memberi kehidupan dan kehangatan.\n  <\/li>\n<\/ul>\n\n<h2>Dasar Biblis yang Sama dan Keterkaitannya dengan Kenaikan Tuhan Yesus<\/h2>\n<p>\nHari Raya Pentakosta dan Hari Raya Tritunggal Mahakudus memiliki dasar biblis yang sama, yakni janji Tuhan Yesus sebelum kenaikan-Nya ke Surga dalam Matius 28:18\u201320.\n<\/p>\n<p>\nSeruan Tuhan Yesus, \u201cJadikanlah semua bangsa murid-Ku,\u201d menjadi mandat perutusan bagi setiap murid-Nya untuk membawa Tuhan kepada sesama melalui sikap dan cara hidup sehari-hari.\n<\/p>\n\n<p class=\"sumber\"><strong>Referensi Pentakosta:<\/strong><\/p>\n<p class=\"sumber\">\nPena Katolik: \u201cApa yang Alkitab katakan tentang Pentakosta?\u201d 5 Juni 2025<br>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"iS1SZGDq02\"><a href=\"https:\/\/penakatolik.com\/2025\/06\/05\/apa-yang-alkitab-katakan-tentang-pentakosta\/\">Apa yang Alkitab katakan tentang Pentakosta?<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Apa yang Alkitab katakan tentang Pentakosta?&#8221; &#8212; Pen@ Katolik\" src=\"https:\/\/penakatolik.com\/2025\/06\/05\/apa-yang-alkitab-katakan-tentang-pentakosta\/embed\/#?secret=abj3LYlAKq#?secret=iS1SZGDq02\" data-secret=\"iS1SZGDq02\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/p>\n<p class=\"sumber\">\nYati Suwityoningrum, 20 Mei 2025 21.45 WIB, Mengerti: \u201cMakna Pentakosta Bagi Umat Kristen: Pengertian, Sejarah, dan Tanggal Perayaan Hari Pencurahan Roh Kudus 2023\u201d<br>\nhttps:\/\/www.mengerti.id\/religi\/6648851686\/makna-pentakosta-bagi-umat-kristen-pengertian-sejarah-dan-tanggal-perayaan-hari-pencurahan-roh-kudus-2023\n<\/p>\n<p class=\"sumber\">\nKatherine Yovita, 29 Mei 2025 22.00 WIB, Detik Jatim: \u201cApa Itu Hari Pentakosta? Ini Kaitannya dengan Kenaikan Yesus Kristus\u201d<br>\nhttps:\/\/detik.com\/jatim\/berita\/d-7939018\/apa-itu-hari-pentakosta-ini-kaitannya-dengan-kenaikan-yesus-kristus\n<\/p>\n<p class=\"sumber\">\nKanya Anindita Mutiarasari, 6 Mei 2025 13.26 WIB, Detik News: \u201cJadwal Hari Pentakosta 2025, Cek Tanggalnya!\u201d<br>\nhttps:\/\/news.detik.com\/berita\/d-7901875\/jadwal-hari-pentakosta-2025-cek-tanggalnya\n<\/p>\n<p class=\"sumber\">\nSitus Paskah Indonesia: \u201cApakah Pentakosta Itu?\u201d 22\/05\/2015 17.07<br>\nhttps:\/\/paskah.sabda.org\/apakah_pentakosta_itu\n<\/p>\n<p class=\"sumber\">\nAlexander Haryanto, 7 Mei 2024 15.45 WIB, Tirto: \u201cArti dan Makna Pentakosta: Hari Raya Umat Kristiani 19 Mei 2024\u201d<br>\nhttps:\/\/tirto.id\/arti-dan-makna-pentakosta-hari-raya-umat-kristiani-ggeg\n<\/p>\n<p class=\"sumber\">\nWikipedia Bahasa Indonesia tentang Pentakosta:<br>\nhttps:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pentakosta\n<\/p>\n\n<p class=\"sumber\"><strong>Referensi Tritunggal Mahakudus:<\/strong><\/p>\n<p class=\"sumber\">\nKatherine Yovita, 26 Mei 2025 12.35 WIB, Detik Jatim: \u201cMakna dan Sejarah Hari Raya Tritunggal Mahakudus\u201d<br>\nhttps:\/\/www.detik.com\/jatim\/berita\/d-7932890\/makna-dan-sejarah-hari-raya-tritunggal-mahakudus\n<\/p>\n<p class=\"sumber\">\nRomo Fransiskus Emanuel da Santo Pr, 22 Mei 2024, KomKat KWI: \u201cRenungan Hari Raya Tritunggal Mahakudus: \u2018Kemuliaan Kepada Bapa, Putra, Dan Roh Kudus\u2019\u201d<br>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"QE303XXdpC\"><a href=\"https:\/\/komkat-kwi.org\/2024\/05\/22\/renungan-hari-raya-tritunggal-mahakudus-kemuliaan-kepada-bapa-putra-dan-roh-kudus\/\">Renungan Hari Raya Tritunggal Mahakudus : \u00a0\u201cKemuliaan Kepada Bapa, Putra Dan Roh Kudus\u201d<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Renungan Hari Raya Tritunggal Mahakudus : \u00a0\u201cKemuliaan Kepada Bapa, Putra Dan Roh Kudus\u201d&#8221; &#8212; KomKat KWI\" src=\"https:\/\/komkat-kwi.org\/2024\/05\/22\/renungan-hari-raya-tritunggal-mahakudus-kemuliaan-kepada-bapa-putra-dan-roh-kudus\/embed\/#?secret=oQ5z8hSZbw#?secret=QE303XXdpC\" data-secret=\"QE303XXdpC\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/p>\n<p class=\"sumber\">\nSusan Aryanthi, 03\/06\/2023, Katolisitas: \u201cHari Tritunggal Maha Kudus\u201d<br>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"btLUeALTBq\"><a href=\"https:\/\/katolisitas.org\/hari-tritunggal-maha-kudus\/\">Hari Tritunggal Maha Kudus<\/a><\/blockquote><iframe class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Hari Tritunggal Maha Kudus&#8221; &#8212; katolisitas.org\" src=\"https:\/\/katolisitas.org\/hari-tritunggal-maha-kudus\/embed\/#?secret=OglNXSKVXN#?secret=btLUeALTBq\" data-secret=\"btLUeALTBq\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/p>\n<p class=\"sumber\">\nWikipedia Bahasa Indonesia tentang Tritunggal Mahakudus:<br>\nhttps:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hari_Raya_Tritunggal_Mahakudus\n<\/p>\n\n<p class=\"caption\">\nHari Raya Pentakosta yang dirayakan pada Minggu, 8 Juni 2025, mengajak umat Kristiani menjadikan semangat Roh Kudus sebagai spiritualitas hidup sehari-hari. Pada Minggu berikutnya, 15 Juni 2025, Gereja merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus.\n<\/p>\n<p class=\"caption\">\nKenaikan Tuhan Yesus, Pentakosta, dan Tritunggal Mahakudus merupakan rangkaian perayaan yang saling terhubung dan berkelanjutan. Sebuah perikop Injil dari Matius menjadi benang merah yang mengikat ketiganya.\n<\/p>\n<p class=\"caption\">\nSemoga edisi One Fact E Friday ini dapat menjadi inspirasi dan membantu kita merenungkan iman akan Allah Tritunggal dalam kehidupan sehari-hari.\n<\/p>\n\n<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fakta-fakta Tentang Pentakosta dan Tritunggal Mahakudus Pentakosta dan Nama Lainnya Pentakosta merupakan hari raya penting umat Kristiani untuk memperingati peristiwa turunnya atau pencurahan Roh Kudus kepada para murid Tuhan Yesus&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[236],"tags":[],"class_list":["post-24686","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-katakese-singkat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24686","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24686"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24690,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24686\/revisions\/24690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}