{"id":24759,"date":"2025-12-17T03:14:53","date_gmt":"2025-12-16T20:14:53","guid":{"rendered":"https:\/\/solped.net\/paroki\/?p=24759"},"modified":"2025-12-17T03:16:30","modified_gmt":"2025-12-16T20:16:30","slug":"facts-on-weekend-special-5-dari-stasi-menjadi-paroki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/solped.net\/paroki\/facts-on-weekend-special-5-dari-stasi-menjadi-paroki\/","title":{"rendered":"Facts On Weekend Special #5: Dari Stasi Menjadi Paroki\u00a0"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"24759\" class=\"elementor elementor-24759\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-59ac667 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default sc_fly_static\" data-id=\"59ac667\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-extended\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-314989d6 sc_content_align_inherit sc_layouts_column_icons_position_left sc_fly_static\" data-id=\"314989d6\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-1013698f sc_fly_static elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"1013698f\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<style>\n.paroki-1 {\n  font-family: Poppins, Arial, sans-serif;\n  line-height: 1.65;\n  color: #222;\n}\n.paroki-1 h2 {\n  font-family: Recoleta, Georgia, \"Times New Roman\", serif;\n  font-size: 1.6em;\n  margin-top: 1.8em;\n  margin-bottom: 0.6em;\n}\n.paroki-1 p {\n  margin: 0 0 0.8em 0;\n}\n.paroki-1 ul {\n  margin-left: 1.2em;\n}\n.paroki-1 li {\n  margin-bottom: 0.5em;\n}\n.paroki-1 .sumber {\n  font-size: 0.9em;\n  color: #444;\n}\n.paroki-1 .caption {\n  font-size: 0.95em;\n  color: #333;\n  margin-top: 1.5em;\n}\n<\/style>\n\n<div class=\"paroki-1\">\n\n<h2>Bagian 2: Sejarah Awal Paroki<\/h2>\n<p>Mulai pekan ini, Edisi Spesial Sejarah Paroki memasuki Bagian 2 yang bertema Sejarah Awal Paroki. Bagian 1 yang berjudul Awal Mula Paroki berakhir sudah di pekan lalu dalam masa pendudukan bangsa Jepang sampai era kemerdekaan Indonesia.<\/p>\n<p>Secara timeline tahunnya, sebenarnya Edisi Keempat lalu sudah menjadi Bagian 2 ini. Bagian \u201cBerdirinya Paroki\u2026\u201d akan memperjelas hal ini. Di sini, dinamika karya misi Katolik di Batavia yang menjadi fokus Bagian 1, mengkategorikan tahun 1942 hingga tahun 1945 menjadi masa tantangan bagi visi komunitas Mangga Besar dari Pastor Vikaris Apostolik.<\/p>\n\n<h2>Sekilas Sejarah di Bagian 1<\/h2>\n<p>Sejak tahun 1932, umat Katolik di daerah Prinsenlaan (kini Mangga Besar Raya) menjadi bagian dari Paroki Katedral Batavia. Umat di Stasi Mangga Besar ini kian berkembang pesat, sehingga kebutuhan akan pelayanan rohani yang lebih intens menjadi penting.<\/p>\n<p>Di tahun yang sama, Tarekat Bruder Budi Mulia membangun Sekolah HCS (Holland Chinese School yang kini Budi Mulia) di samping Rumah Sakit Husada (dahulu Rumah Sakit Yang Seng Ie). Aula sekolah ini dipakai sebagai tempat \u201cGereja Darurat\u201d pertama bagi Stasi Mangga Besar sejak misa perdananya di hari Minggu, 3 Februari 1935. Bahasa Melayu mulai rutin dipakai dalam misa, mengingat umat lokal tidak bisa berbahasa Belanda dan bahasa Latin.<\/p>\n<p>So, what\u2019s next?<\/p>\n\n<h2>Perkembangan \u201cGereja Darurat\u201d Pertama (1935 &amp; 1938)<\/h2>\n<p>Pada tahun 1935, misa dipindahkan ke pendopo sekolah karena jumlah umat sudah mencapai sekitar 500 orang. Setiap 1 bulan, stasiun NIROM (Nederlansch Indie Radio Omroep Maatschappij) menyiarkan misa melalui radio.<\/p>\n<p>Pada tahun 1938, perkembangan umat Katolik di Batavia yang semakin besar membuat terbentuknya paroki baru di daerah Kemakmuran. Maka Pastor Edwards Cappers pindah ke sana. Sebagai penggantinya, Pastor Leo Zwaans datang dari Semarang untuk umat Stasi Mangga Besar.<\/p>\n<p>Apa karya pertama Pastor Leo Zwaans untuk Stasi Mangga Besar ya?<\/p>\n\n<h2>Cikal Bakal Paroki Oleh Pastor Leo Zwaans<\/h2>\n<p>Kebutuhan akan tempat baru mendorong Pastor Leo Zwaans membentuk semacam dana untuk pendirian gedung gereja. Dibelilah 3 kapling tanah yang berlokasi di Jalan Prinsenlaan no. 26 (di dekat kali beton atau gang sumur bor).<\/p>\n<p>Niat mulia ini lalu terhalang oleh situasi yang cepat berubah sejak kedatangan bangsa Jepang dan Perang Dunia II. Pastor Belanda diinternir. Dalam masa-masa itu, muncul \u201crasul-rasul awam\u201d yang sukarela membantu dalam urusan keuangan, pelayanan, pengajaran. Ibadat dipimpin Bpk Poedjowiyatno dan Tan Jan Djwan, Andreas Auwjong Pengkoen. Ada pula pengajaran dan pendalaman iman untuk pemuda-pemuda untuk \u201ckaderisasi\u201d.<\/p>\n<p>Pendirian gedung gereja baru menjadi tertunda pelaksanaannya. Meski begitu, paroki baru sudah terbentuk. Jadi Paroki Mangga Besar sudah ada sebelum pembangunan gedung gerejanya?<\/p>\n\n<h2>Berdirinya Paroki Mangga Besar<\/h2>\n<p>Paroki Mangga Besar secara resmi didirikan pada tanggal 3 Januari 1940 sebagai paroki mandiri. Mengambil nama 2 rasul besar dalam Gereja Katolik yang dianggap sebagai pilar utama sebagai nama paroki sekaligus santo pelindung. Santo Petrus dan Santo Paulus.<\/p>\n<p>Pendirian Gereja dikukuhkan dalam \u201cStichtingsbrief\u201d yakni penetapan Yayasan Gereja Katolik dan Pengurus Kemiskinan Gereja St. Petrus dan Paulus di Batavia\u201d (sekarang PGDP) oleh Vikaris Apostolik Batavia Mgr. Willekens SJ; P. Leo Zwaans SJ diangkat sebagai ketuanya.<\/p>\n<p>Dengan status baru ini, kebutuhan akan tempat ibadah permanen menjadi semakin terasa.<\/p>\n<p>Puji Tuhan, akhirnya visi dari Pastor Vikaris Apostolik terwujud menjadi kenyataan. Lalu, gimana perkembangan komunitas Mangga Besar setelah menjadi paroki?<\/p>\n\n<h2>Nantikan: Angin Segar Bagi Paroki Baru<\/h2>\n<p>Ternyata, status paroki baru \u201cmendatangkan\u201d beberapa gembala Gereja Katolik asal luar Indonesia ke Paroki Mangga Besar. Siapa sajakah mereka itu? Dan dari negara mana saja mereka berasal?<\/p>\n\n<p class=\"sumber\"><strong>Sumber rangkaian Edisi Spesial:<\/strong><br>\nBuku Kenangan HUT 80 Tahun Paroki Mangga Besar \u2013 Jakarta Barat (3 Januari 2020)<br>\nWikipedia Gereja Santo Petrus dan Paulus \u2013 Mangga Besar:\n<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gereja_Santo_Petrus_dan_Paulus,_Mangga_Besar#\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\nhttps:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gereja_Santo_Petrus_dan_Paulus,_Mangga_Besar#\n<\/a>\n<\/p>\n\n<p class=\"caption\">\nSaat Edisi Spesial ini tayang, sudah pasti kota kita dihiasi oleh aneka pernak-pernik Dirgahayu Kemerdekaan RI serta diramaikan dengan serangkaian acara yang mengiringi. Akhir pekan ini sungguh terasa istimewa bagi semua orang yang merasa diri sebagai warga Indonesia. Upacara bendera plus aneka perlombaan diadakan di mana-mana di seantero negeri.<br><br>\n\nSeperti halnya tanggal 17 Agustus 1945 yang menjadi tanggal \u201ckeramat\u201d bagi bangsa negara kita, demikian juga 1 tanggal khusus bagi temans sesama umat Paroki Mangga Besar. Yup, apalagi kalau bukan tanggal 3 Januari\u2026 ingatkah kamu tahun kelahiran paroki ini? Untuk menyegarkan ingatan, cek saja bagian \u201cBerdirinya Paroki Mangga Besar.\u201d<br><br>\n\nDan (surprise!) edisi kali ini membuka Bagian 2 Edisi Spesial Sejarah Paroki dengan judul \u201cSejarah Awal Paroki.\u201d Bagian materi pertama penjelasannya, disusul dengan 2 bagian \u201cjembatan\u201d dengan Bagian 1 supaya kamu tidak perlu scroll ke bawah cuma untuk menyegarkan ingatan. Kalau masih ada yang terasa mengganjal dari bagian materi terakhir dari pekan lalu, simak terus saja rangkaian Edisi Spesial Sejarah Paroki dalam Facts On Weekend ini. Sampai ketemu lagi minggu depan, dan tetap terus semangat!\n<\/p>\n\n<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagian 2: Sejarah Awal Paroki Mulai pekan ini, Edisi Spesial Sejarah Paroki memasuki Bagian 2 yang bertema Sejarah Awal Paroki. Bagian 1 yang berjudul Awal Mula Paroki berakhir sudah di&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[236],"tags":[],"class_list":["post-24759","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-katakese-singkat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24759","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24759"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24759\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24767,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24759\/revisions\/24767"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24759"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24759"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/solped.net\/paroki\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24759"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}